torehan peringatan akan satu hubungan..

Posted by median | Posted in

satu catatan untuk dia


Catatan ini hanya a tuliskan untuk kamu. Anggaplah ini pengakuan. Suatu harapan. Suatu keinginan. Untuk hubungan kita. Untuk hubungan yang jujur saja tak terpikirkan akan dijalin oleh_Nya. Jadi tolong dengarkan hal ini, renungi, camkan dalam hati kita yang sedang menjalin kisah ini.

A tahu a tak pandai menjalin hubungan. Sering kali menjalin hubungan dan putus di tengah jalan. Dan disnipun a tak mau menyalahkan siapa-siapa atas hal itu. Mana a peduli apa itu salah a ataupun salah mantan-mantan a. A hanya bisa mengira, mengumpulkan garis-garis samar yang masih membekas dan menyisa. Memberi tahukannya pada mu demi satu harapan yang ingin kita bina. Yah demi rasa percaya yang sedang kembali a bangun untuk sebuah asa.

Tolong ingat bahwa kita semua ingin dimengerti. Ingin disayangi. Ingin dicintai. Bukankah untuk itu kita menjalin hubungan? Yang ingin a sampaikan cuma kita harus paham saat meminta itu. Ada saatnya kamu ingin merengek manja minta dimengerti. Tapi ada saatnya pula a terlalu lelah untuk berdiri. Membutuhkan sandaran untuk belaian yang menguatkan hati dan pikiran ini.

Ada saatnya pula kamu membutuhkan kabar a. Darimana? Dengan siapa? Sedang apa? Ya akan a jawab semua itu. Tapi tolong berilah kepercayaan lebih kepada sosok yang km bilang kamu sayangi ini. Bahwa walau a hilang kabar (entah karena sibuk, habis batere, atau mungkin maaf kata sedang malas balas saja) a tetap sayang km. Percaya bahwa a bisa menjaga diri dan menjaga perasaan yang sedang kita jalin bersama-sama ini. Bukankah itu yang terpenting? Mensupport dengan sebuah kepercayan. Dan itu jauh lebih penting daripada sekedar kata-kata kurang penting mengenai kabar bukan?

Jangan pernah sungkan kepada a. Mau masalah apapun itu. Ceritakan. Karena a gak mau ada noda kebohongan yang nanti akan menciptakan suatu hal yang menggoyahkan. Bukankah kita pacar? Saling sayang? Dan apakah pantas untuk sungkan atau malah menutupinya dengan kebohongan justru kepda orang yang kita sayang tersebut? Jangan sampai ada hal seperti itu yah? Karena itu fatal. Teramat sangat malah.

Ingat kita haruslah siap saling memberi. Saling berbagi. Saling sayang. Saling mengerti. Saling kompromi. Bukan merubah kamu menjadi apa yang a ingin. Tapi kita harus berkompromi dan mengalah demi suatu kelanggengan. Ada waktunya dimana kamu harus meredam manjamu yang sedang ingin diperhatikan, ada pula waktunya a untuk membuang ego a untuk selalu dimenangkan. Dan itu bukan berarti merubah watak bukan? Karena tidaklah mungkin dua hal yang berbeda bisa sama kalau tidak ada kompromi dan saling mengalah dari kitanya. Begitu saja.

Dan satu hal lagi ya sayang. A ingin ingetin bahwa ada kalanya kita pasti berantem. Dan bukannya mendoakan kita akan berantem. Tapi camkan kalau lagi-lagi hal itu tidaklah terelakkan. Pasti terjadi maksudnya. A cuma mau berpesan. Jangan sampai bila kita berantem malah akhirnya kita saling menyalahkan. Saling mengungkit kejadian-kejadian lalu. Saling maki dengan kata-kata kasar yang menyakiti.

Sebaliknya a mau kita saling instrospeksi. Mengaku saja masing-masing tanpa harus dituduh. Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk tahu apa saja kesalahan yang telah kita lakukan. Alih-alih saling tuduh. Lebih baik kita saling tanya, diskusi sebenarnya. Mengaku salah pabila memang ada yang salah. Dan akhirnya saling komit tidak mengulanginya. Mencari solusi dari kondisi sesulit apapun yang telah ada. Lebih baik bukan?? dari pada berteriak, menangis tak tentu, marah-marah tak keruan kepada a ataupun kepadamu.

Cuma itu saja yang a ingin sampaikan. Tak banyak yang a tuliskan (walau a mampu untuk itu). A tak mau terkesan merayu ataupun mengada-ada demi rasa yang ada di drimu. Anggap saja tulisan ini semacam titik awal mula. Sebuah torehan untuk memperingatkan. Sehingga pada saat kita jenuh, marah dan mungkin ingin berpisah maka titik ini akan mengingatkan kembali akan komitmen awal yang kita jalin ini. Satu torehan peringatan untuk menghilangkan kejenuhan, meredakan kemarahan, menghapuskan rasa untuk kata haram seperti perpisahan. Semoga kita bisa selalu langgeng ya sayang... berdoa dan berusaha..amin... read more..

Related Posts by Categories



Comments (0)

Posting Komentar

Posting Komentar