Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

life is such a mystery...

0

Posted by median | Posted in

Bayangkan kamu punya kemampuan untuk tau apa yang orang pikirkan. terutama pikiran-pikiran dari orang-orang yang kamu kenal. Teman, kenalan, ataupun malah sang pacar. Hal-hal mengenai apa yang mereka takutkan. Apa yang mereka inginkan. Apakah mereka grogi, sedang cemas, sedang bingung atau apapun yang sedang mereka alami saat itu, detik itu, hari itu. Tau tanpa mereka mendengar sepatah kata pun dari pengakuan mulut mereka. Cukup tau hanya dengan melihat mukanya dan merasakan getaran-getaran yang disampaikan oleh tubuhnya.

Imajinasikan pula kamu punya kemampuan untuk tau alasan sesungguhnya dari apa yang orang lakukan. Alasan? Yah semisal alasan sesungguhnya kenapa dia datang terlambat, berkata dengan suara pelan dan mata yang sedikit redup. Bermuka biasa saja mengaku tidak punya salah (bohong besar bahkan kamu tau alasan dan perbuatan mereka yang sebenarnya berdosa). Atau alasan kenapa seseorang menyapa mu, kenapa mereka berbuat baik kepadamu, bahkan alasan kenapa orang itu tidak mau menyapamu.

Lagi-lagi coba posisikan kamu memiliki kemampuan untuk memprediksikan kejadian. Menganalisa dua puluh kemungkinan peristiwa yang akan terjadi kemudian (dengan persentasenya masing-masing) hanya dengan satu tindakan yang orang itu lakukan. Mampu dengan entengnya melihat rantai cabang sebab akibat dari satu perbuatan atau bahkan dari satu perkataan seseorang.

Terakhir kali, gabungkan semua kemampuan itu dan kamu mendapatkan satu kemampuan plus untuk mengubah pendirian orang. Ya mengubah pendirian sesorang dengan cara mengetahui pemikiran mereka, mengetahui pula alasan sebenarnya mereka melakukan sesuatu hal, dan bahkan secara menakjubkan kamu mampu memberikan gambaran peristiwa yang akan mereka alami.

Menceritakannya dengan raut muka datar sambil memakan cemilan (seakan itu hal biasa, teramat biasa malah). Mengubah pendiriannya dengan mengatakan “inilah alasan kenapa engkau begitu teman, berawal dari pemikiran ini, dan kamu akan menghadapi hal ini nantinya”. Runtut rantai alasan itu plus resiko yang akan dihadapi mereka akhirnya mampu membujuknya untuk menerima, mengubah pendirian YA menjadi TIDAK dari otaknya (bagaimana tidak berubah, mereka sndiri merasa jeri bagaimana ada yang tau dan mengatakan hal ini dengan sebegitu gamblangnya??).

Bagaimana menurut kalian? Apakah menyenangkan? Menyenangkan untuk mempunyai kemampuan seakan diri ini adalah seorang paranormal. Mengetahui semua runtut kemungkinan peristiwa yang akan kamu dapatkan. Menganggap semua hal biasa karena toh itu sudah kamu perkirakan. Bisa mempersiapkan diri untuk yang terburuk dan juga bisa menerima semuanya (toh kamu sudah tau itu tidaklah terelakkan walau sudah mengelak mati2an, jadi daripada sibuk menyalahkan ya mendingan terima ikhlas saja bukan?).

Yahhh, jujur saja itu untuk beberapa hal menyenangkan. Bagaimana tidak menyenangkan bukankah itu yang sering kali kita tanyakan. Pertanyaan semacam “kira-kira apa yah yang dia pikirkan, mengapa dia diam, mengapa pula dia begitu keras kepala (apa sya bisa mengubahnya???)”. Itu bukan yang sering kita inginkan? Yang ingin kita ketahui, yang ingin kita bongkar dari satu “brankas” besar yang orang-orang beri nama MISTERI, yang laris ditulis dan dibeli dengan judul-judul semacam “bagaimana cara mengetahui apa yang pasangan anda inginkan” dan judul-judul ngaco lainnya (yah walaupun ngaco tetapi laris juga ternyata, best seller malah).

Tapi diantara seluruh kesenangan itu ada banyak ketidaknyamanannya. Ya memang menyenangkan mengetahui pikiran dan alasan sebenarnya dari perbuatan seseorang, tapi tidak nyaman untuk mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang benar-benar tulus berbuat dan berkata untuk kita. Selalu ada alasan tersembunyi dari perhatian-perhatian orang itu. Selalu ada makna lebih yang tersimpan didalam hati dari setiap perkataan teman itu. Dan akhirnya jadi mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada yang mutlak bia dipercayai. Hanya diri sendiri! Sepi! Tanpa orang yang bisa dipercyai..

Dan satu hal yang sebenarnya benar-benar membuat tidak nyaman karena hidup itu menjadi flat. Biasa. Jenuh intinya. Kemana elemen KEJUTAN dalam hal hubungan dengan orang-orang? Kita sudah mengetahui dan bisa memprediksi kapan pasangan kita akan “menghilang”, bersikap mesra, atau kapan dia akan memberikan hadiah. Atau mengetahui kapan teman kita akan mengkhianati, karena apa, mengapa, dan lain sebagainya.

Kehilangan surprise hidup itu bakal membuat kita merasa harus terus mencari kegiatan baru, bertemu dengan orang-orang baru, mengenal mereka kembali (walau ujung-ujungnya kembali mampu menebak apa yang mereka pikirkan, alasan mereka, tindakan yang akan mereka lakukan). Dan itu terus dilakukan untuk apa? Cuma untuk menutupi hal yang disebut kesepian. Mencoba terus mencari kira-kira adakah orang yang tidak bermaksud lebih. Memaksa kita untuk lebih melihat inti dari yang ingin kita capai, berupaya tidak menghiraukan alasan-alasan yang kta dengarkan, berusaha tidak mempedulikan kemungkinan-kemungkinan yang kita lihat dan akan didapatkan, berusaha untuk mengosongkan pikiran tiap hari. Untuk tidak memikirkan (atau mencoba tidak mau tahu) apa-apa lagi.

And believe me my friend, that is not easy. Tidaklah menyenangkan. Tidaklah seindah yang dibayangkan. Jadi berhentilah untuk mencoba “mengulik” brankas besar misteri itu. Karena seperti apa yang dikatakan oleh orang-orang tua dahulu, hidup itu justru indah karena ada misteri yang tak sepatutnya diketahui oleh kita... enjoy ur life well then :) nite.... read more..

lihat, cermati, resapi hal-hal yang sering kali luput tak tersadari..

0

Posted by median | Posted in

Bekerja di salah satu pusat kegiatan organisasi olahraga yang langsung bersebelahan dengan GOR serta lapangan plus lintasan lari membuat sya hapal dengan tingkah polah atlet. Apa kegiatannya. Bagaimana kegigihan dan kedisiplinannya berlatih demi cita-cita mereka. Dan inilah sedikit cerita tentang mereka, cerita ini sya dedikasikan untuk orang-orang yang memiliki mental baja akan pilihannya dan semangat juang tinggi dalam keterbatasan yang ada.

Saat itu sedang jam istirahat. Hari panas terik. Sya memilih duduk di tribun GOR (rada adem disana) sambil menikmati semangkuk bakso. Nyantai saja sambil melihat-lihat kegiatan di lapangan lintasan. Dilapangan ada yang sedang berlatih lompat jauh. Ada yang sedang lari. Ada yang sedang latihan lempar cakram dan lainnya. Hal rutin biasa (lah wong namanya jg lapangan GOR wajar kan atlet pada latian). Lama kemudian sya baru sadar akan satu peristiwa. Diujung situ, lah kok ada atlet lempar cakram tapi tepat didepannya ada orang lain yang bertepuk tangan keras-keras, apa gk takut kena lempar? (walau jaraknya lumayan jauh).

Penasaran membuat sya bertanya kepada atlet lain yang kebetulan duduk didekat sya. Hasilnya? Ternyata sya baru tau kalau atlet itu buta dan yang didepannya adalah pelatihnya. Memberikan instruksi ke arah mana sang atlet hrus melempar cakramnya dengan cara bertepuk tangan sekeras-kerasnya. Ya sya baru sadar hal itu, walau sya sering kali melihat ada yang latihan di lapangan tapi sering kali yang sya lakukan ya hanya sekedar melihat dan sekedar lewat. Mana sya tau kalau yang berlatih dengan giat itu atlet yang cacat.

Dan sore itu menjadi sangat bermakna bagi sya. Alih-alih menikmati bakso sya lebih tertarik memperhatikan lagi secara seksama. Mendapati fakta bahwa atlet lompat jauh diujung sana menerima instruksi dengan bahasa isyarat. Atlet yang sedang pemanasan diujung lainnya tak punya tangan. Bahkan ada atlet buta yang lari berdampingan dengan pelatihnya. Beragam hal lainnya yang membuat sya takjub akannya. Benar kata orang-orang tua, sekali waktu coba pandangilah sekelilingmu dengan seksama. Lihat, cermati, resapi hal-hal yang sering kali luput tak tersadari. Ada berjuta makna yang sering kali kita abaikan begitu saja kawan.

Sya bru tau akan diadakan PORCADA (pekan olahraga orang cacat daerah) Jabar. Maka tak heran pula bahwa atlet-atlet tersebut semakin sering latihan. Yang bikin sya geleng-geleng kepala ialah, atlet-atlet tersebut tetap latian dengan giat. Bahkan dua kali porsi dari biasanya di tengah hari terik begini.

Pelatih taekwondo yg deket sama sya aja bilang “gila yah, gk capek apa?tengah terik gini lari terus. Dua kali porsi latian biasa pula”.

Saat pulang kerja sya menjadi kefikiran banyak hal. Merenung (halah, lagaknya sudah kayak pemikir kelas berat saja, hehe) bagaimana sya sering mengeluh dalam melakukan sesuatu atau sesudah mencapai sesuatu merasa cukup, bangga dan kadang suka berbesar hati akannya. Tapi apabila sya lihat perjuangan para atlet ini entahlah keluhan sya terasa kerdil sekali. Didalam keterbatasan mereka tetap berusaha (tak ada keluhan atau tingkah yang menunjukkan kepayahan saat latihan), sedangkan sya yang dilimpahi keleluasaan malah seringkali mengeluh inilah itulah (lagaknya sudah kayak yang paling kesusahan saja).

Rasa cukup, bangga dan berbesar hati itu terasa sangat kerdil setelah melihat mereka. Apa yang sya banggakan? Sedangkan sya mencapainya dengan banyak kemudahan. Kalau sya seperti mereka kira-kira apakah sya sanggup untuk mencapainya? Membayangkannya saja jerih hati sya. Bagaimana sya membayangkan sya kehilangan kedua tangan sya atau penglihatan sya tetapi bisa tetap berjuang seperti mereka, tak sanggup sya membayangkannya. Sungguh.. lihatlah mereka, tetap berupaya maksimal bahkan dua kali lipat dari biasanya untuk mencapai segalanya. Lah sya? Walah, mau apa-apa aja suka malas. Tidur saja dibanyakin. Latihan suka berleha-leha. Belom termasuk yang lainnya. PEMALAS sekali.

Selain itu sya belajar banyak dari satu sosok lainnya, sosok sang pelatih alias guru bagi para atlet ini. Sya cari tanya-tanya dan sya ketahui kalau dia adalah seorang atlet nasional yang memilih mendedikasikan dirinya untuk melatih atlet-atlet cacat. Lagi-lagi yang membuat sya super takjub ialah melatih atlet biasa saja sudah susah bukan maen capeknya. Blom hal lain yang sering kali suka membuat naik darah (entah karena atletnya bandel, alat yg terbatas, dan lainnya). Lah ini? Malah mendedikasikan dirinya untuk melatih atlet seperti ini. Ni orang punya stok kesabaran segimana?

Sya tersenyum saat menyadari bahwa seorang pelatih itu menjadi super spesial saat dia rela berkorban lebih untuk murid-muridnya. Bagaimana seorang pelatih itu harus bisa memiliki kesabaran super extra hanya untuk membuat muridnya mengerti dan paham maksud dari instruksinya, harus mau bersusah payah belajar bahasa isyarat pula, bahkan ikut terjun langsung lari bersama saat prakteknya.

Kira-kira seperti itulah seharusnya guru. Tak segan berkorban. Tak malu harus slalu mengupdate atau menambah kapasitas dirinya demi kemajuan muridnya. Serta tak kenal lelah untuk ikut dalam kegiatannya. Demi apa? Ya demi keberhasilan muridnya, demi senyum senang muridnya saat berhasil nantinya. Ya itulah sosok guru bukan? Bukan sosok yang malah segan untuk berkorban, bukan pula sosok yang merasa sudah cukup dengan ilmunya dan slalu mrasa sudah paling benar, atau malah sosok yang cuma bsa menyuruh sedangkan sendirinya sendiri tak mau turun bahkan hanya untuk sekedar mencontohkan saja.

Hari itu sya tutup dengan satu kesimpulan dari satu pertanyaan sebelum tidur menjelang“kira-kira sanggupkah sya menjadi seperti mereka?”. Menjadi orang yang tak cengeng akan keterbatasan. Menjadi orang yang rela berkorban demi kemajuan sesama yang membutuhkan bantuan. Sanggupkah sya??????


p.s: bagaimana dengan anda? Sanggupkah? read more..

P.S:LUV U...

0

Posted by median | Posted in

Perasaan apa ini? Perasaan bergetar saat melihat dia pergi. Pelan menaiki kendaraan besar, melaju dan akhirnya menghilang di ujung belokan jalan ini. perasaan yang membuat ku merasa sesak, tak kuat memandang lama mukanya yang duduk di samping jendela. Perasaan yang aneh. Membingungkan. Sehingga membuat aku mengingat kembali runtut peristiwa kejadian tentang aku dan dia. Dari awal sampai sekarang, semuanya. Semua detail peristiwa yang kami berdua punya.

Apa yang aku cari dari seorang wanita? Untuk membuatnya menjadi super spesial. Mengatakan rasa kesungguhan akan suatu hal yang sering disebut sebagai rasa sayang. APA? Fisiknya kah? Ah tak munafik aku untuk sok mengatakan bahwa fisik itu tidak penting. Sok mengatakan bahwa yang penting adalah hati. Bukan fisik. Bah orang-orang munafiklah yang hanya membicarakan hal itu. Bukankah selalu ada ego dalam diri untuk memiliki kekasih yang elok rupanya. Sepadan minimal. Bahkan kalau bisa inginnya malah yang sangat teramat elok rupawan. Bukan begitu bukan? Ego yang menjadi gengsi didalam diri dan lingkungan pribadi.

Tapi sekarang aku hanya bisa tersenyum aneh, kemana ego itu? Karena saat pertama kali kami mengikat hubungan itu aku bahkan tidak pernah melihat sosoknya. Bagaimana aku tau bahwa rupanya, badannya, sosok keseluruhannya yang sebenarnya dengan hanya melihat sosok mayanya saja. Terkaan saja? Walau aku dan semua juga tau kalau foto itu bisa menipu realita. Tapi mengapa aku bisa menerima dan bahkan sama sekali tidak merasa perlu untuk memikirkannya. Kemana ego itu? Lenyap begitu saja seakan tak tahu kemana. Yang ada hanya rasa percaya bahwa walau jelas-jelas aku belum pernah melihat langsung orangnya.

Dan sifat apa yang hanya aku temukan dari dirinya yang membuat dia berbeda dari wanita-wanita yang pernah ada? Karena hanya dari dirinya lah aku menemukan kepercayaan. Suatu bentuk kesungguhan. Tanpa menuntut dia lebih memilih untuk melengkapi. Dan yang terpenting dia mampu membuktikan bahwa apa yang dia ucapkan bukanlah sekedar main-main. Dan hal itu tidaklah aku temukan dari berbagai jenis tipe wanita yang pernah ada. Hanya dia yang mampu dan bisa memberikannya tanpa aku harus meminta atau membicarakannya.

Yah semua itu semakin dikuatkan saat dia benar-benar membuktikan katanya untuk datang. Well, honestly aku tidak yakin awalnya dia bisa datang. Justru karena tau dia orangnya sangat takut bepergian sendirian, belum halangan yang lainnya, belum biayanya. Dan aku tau itu tidaklah mudah. Sehingga membuat aku tidak mau memaksa dia untuk menyempatkan diri datang berliburan. And guess what, she did come here! Melawan rasa takutnya, mengusahakan sebisanya, dan sikapnya memberikan suatu keyakinan. Bahwa semua hal yang telah aku pikirkan tentang dia, tentang sifatnya, tentang pandangannya itu benar. Dia bsa memberi kepercyaan yang selama ini aku butuhkan. Dia benar-benar membuktikan semuanya. Sehingga aku benar-benar tau dan yakin kalau dia beda dari wanita-wanita yang pernah ada.

Dan mungkin inilah yang membuatku di hari ini, pagi ini, detik ini merasa sesak untuk melepasnya. Bergetar merasa berat hanya melihat raut muka kepergiannya. Sosok itu. Wanita itu. Yang setelah sekian lama mencari, akhirnya menemukannya. Dan sekarang aku berfikir tampaknya aku menemukan apa yang orang-orang sebut sebagai rasa cinta atas sosok yang menjadi pasangan kita. Rasa yang membuat kita enggan dan sungguh-sungguh tak mau menjauh dari pasangan kita.


Trima kasih tuhan untuk semuanya, untuk memberikan dia dan sepuluh hari yang extra super hyper duper menyenangkan. Untuk memberikan dia dengan segenap pengertiannya. Untuk memberikan dia yang suka merengek manja. Untuk memberikan dia yang mempunyai raut muka menggemaskan walau disaat marahnya. Dan terutama terima kasih untuk kesempatannya. Untuk semua hal yang pernah ada dan akan kami lakukan nantinya.. trimakasih tuhan..

P.S:
LUV U.. read more..

sepi itu ada..

3

Posted by median | Posted in


Entahlah rasa apa yang ada malam ini
sepi,sendiri,susah,tak dipercaya
campur aduk tak mengerti berapa besar persentasinya
bingung oleh pertnyaan kenapa?
malas dengar pertanyaan bagaimana bisa?
muak pula dengan pertnyaan karena apa?

mungkin..
aku hanya ingin ditemani
dipercya sepenuh hati tanpa ada yang ditutupi

oleh mereka..
orang-orang yang kuanggap berharga
pura2 tidak tahukah mereka?
walau aku sudah meneriakannya sekuat tenaga.....

jadi sudahlah..nikmati saja..
kesendirian itu nanti pasti akan diganti oleh_Nya

mungkin saja
walau tak kuketahui kapan waktunya..


read more..

torehan peringatan akan satu hubungan..

0

Posted by median | Posted in

satu catatan untuk dia


Catatan ini hanya a tuliskan untuk kamu. Anggaplah ini pengakuan. Suatu harapan. Suatu keinginan. Untuk hubungan kita. Untuk hubungan yang jujur saja tak terpikirkan akan dijalin oleh_Nya. Jadi tolong dengarkan hal ini, renungi, camkan dalam hati kita yang sedang menjalin kisah ini.

A tahu a tak pandai menjalin hubungan. Sering kali menjalin hubungan dan putus di tengah jalan. Dan disnipun a tak mau menyalahkan siapa-siapa atas hal itu. Mana a peduli apa itu salah a ataupun salah mantan-mantan a. A hanya bisa mengira, mengumpulkan garis-garis samar yang masih membekas dan menyisa. Memberi tahukannya pada mu demi satu harapan yang ingin kita bina. Yah demi rasa percaya yang sedang kembali a bangun untuk sebuah asa.

Tolong ingat bahwa kita semua ingin dimengerti. Ingin disayangi. Ingin dicintai. Bukankah untuk itu kita menjalin hubungan? Yang ingin a sampaikan cuma kita harus paham saat meminta itu. Ada saatnya kamu ingin merengek manja minta dimengerti. Tapi ada saatnya pula a terlalu lelah untuk berdiri. Membutuhkan sandaran untuk belaian yang menguatkan hati dan pikiran ini.

Ada saatnya pula kamu membutuhkan kabar a. Darimana? Dengan siapa? Sedang apa? Ya akan a jawab semua itu. Tapi tolong berilah kepercayaan lebih kepada sosok yang km bilang kamu sayangi ini. Bahwa walau a hilang kabar (entah karena sibuk, habis batere, atau mungkin maaf kata sedang malas balas saja) a tetap sayang km. Percaya bahwa a bisa menjaga diri dan menjaga perasaan yang sedang kita jalin bersama-sama ini. Bukankah itu yang terpenting? Mensupport dengan sebuah kepercayan. Dan itu jauh lebih penting daripada sekedar kata-kata kurang penting mengenai kabar bukan?

Jangan pernah sungkan kepada a. Mau masalah apapun itu. Ceritakan. Karena a gak mau ada noda kebohongan yang nanti akan menciptakan suatu hal yang menggoyahkan. Bukankah kita pacar? Saling sayang? Dan apakah pantas untuk sungkan atau malah menutupinya dengan kebohongan justru kepda orang yang kita sayang tersebut? Jangan sampai ada hal seperti itu yah? Karena itu fatal. Teramat sangat malah.

Ingat kita haruslah siap saling memberi. Saling berbagi. Saling sayang. Saling mengerti. Saling kompromi. Bukan merubah kamu menjadi apa yang a ingin. Tapi kita harus berkompromi dan mengalah demi suatu kelanggengan. Ada waktunya dimana kamu harus meredam manjamu yang sedang ingin diperhatikan, ada pula waktunya a untuk membuang ego a untuk selalu dimenangkan. Dan itu bukan berarti merubah watak bukan? Karena tidaklah mungkin dua hal yang berbeda bisa sama kalau tidak ada kompromi dan saling mengalah dari kitanya. Begitu saja.

Dan satu hal lagi ya sayang. A ingin ingetin bahwa ada kalanya kita pasti berantem. Dan bukannya mendoakan kita akan berantem. Tapi camkan kalau lagi-lagi hal itu tidaklah terelakkan. Pasti terjadi maksudnya. A cuma mau berpesan. Jangan sampai bila kita berantem malah akhirnya kita saling menyalahkan. Saling mengungkit kejadian-kejadian lalu. Saling maki dengan kata-kata kasar yang menyakiti.

Sebaliknya a mau kita saling instrospeksi. Mengaku saja masing-masing tanpa harus dituduh. Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk tahu apa saja kesalahan yang telah kita lakukan. Alih-alih saling tuduh. Lebih baik kita saling tanya, diskusi sebenarnya. Mengaku salah pabila memang ada yang salah. Dan akhirnya saling komit tidak mengulanginya. Mencari solusi dari kondisi sesulit apapun yang telah ada. Lebih baik bukan?? dari pada berteriak, menangis tak tentu, marah-marah tak keruan kepada a ataupun kepadamu.

Cuma itu saja yang a ingin sampaikan. Tak banyak yang a tuliskan (walau a mampu untuk itu). A tak mau terkesan merayu ataupun mengada-ada demi rasa yang ada di drimu. Anggap saja tulisan ini semacam titik awal mula. Sebuah torehan untuk memperingatkan. Sehingga pada saat kita jenuh, marah dan mungkin ingin berpisah maka titik ini akan mengingatkan kembali akan komitmen awal yang kita jalin ini. Satu torehan peringatan untuk menghilangkan kejenuhan, meredakan kemarahan, menghapuskan rasa untuk kata haram seperti perpisahan. Semoga kita bisa selalu langgeng ya sayang... berdoa dan berusaha..amin... read more..

no big deal dear..i'm tired already

1

Posted by median | Posted in

Kamu tahu bagaimana rasanya?
Berusaha ratusan kali tapi tak pernah dipercaya.
Diminta melakukan semua tapi dianggap angin lalu saja.
Apa karena latar belakang itu?
ya karena kedekatan dengan semua orang itu

apa kamu pernah berfikir sekali saja?
Saat engkau bertanya maka kujelaskan detailnya
alasan-alasan akan perbuatan itu
dan yang kuterima hanyalah hening dari mulutmu
jadi buat apa aku berkata segala hal itu? Cuma untuk ego mu kah semua itu?

ya.. aku tau aku bajingan
Orang tengik banyak lagak tak tahu diri
yah aku paham hal itu
engkau tanya kenapa aku tak pernah berusaha lebih?
Dan aku tertawa didalam hati
tertawa krn engkau sendiri yang tak pernah percaya akan usaha itu
jadi aku harus bagaimana lagi?

aku tau pula aku orang bodoh
tak pandai menjelaskan semuanya.
Mungkin itu pula kenapa engkau selalu membisu tak berbicara
diam dengan semua yang ada

tak bisa memilih yah?
tak pernah serius yah?
Slalu menganggap semuanya sama yah?

So be it dear..
lelah sekarang aku berusaha untuk orang-orang sepertimu
lelah pula aku berusaha meyakinkanmu
kalau memang karena latar belakang itu aku tak berhak untuk kata-katamu tak apa
no big deal..
mungkin untuk sekali saja aku harus benar-benar menjadi orang "jahat"
seperti yang kau tuduhkan padaku
melalui sikapmu
melalui bisumu
mungkin itu yang kau mau..tak tahulah aku..

melelahkan..
sungguh-sungguh melelahkan untuk bertahan.. read more..

apakah salah?

1

Posted by median | Posted in

Apakah salah?saat aku merasa ingin melakukan sesuatu tanpa tuntutan dari siapapun..bukan hanya melakukan sesuatu hal krn harapan orangtua..bukan hanya melakukan sesuatu hal dari pembiayaan mereka..harus berubah krn tuntutan orang2 yang memproklamirkan sebagai teman dan keluarga..

apakah salah?saat aku ingin kembali menjadi orang asing di dunia terasing..mencoba melakukan segala hal dengan kemampuan ku sendiri..mencoba bertahan dengan segenap daya upaya ku sendri..tanpa tuntutan siapapun..melaksanakan hal yg murni keinginan ku..tanpa tuntutan,tanpa pengharapan,tanpa pembiayaan dari siapapun..berdiri dan bangga menunjuk pada langit bahwa aku bebas melakukan hal yg aku mampu dan aku mau sesuai hati..

apa salah?salah saat mencoba menyesuaikan posisi sesuai dengan kedudukannya..apa salah saat mundur krn memang sudah ada petugas yg semestinya..bukan mrh,bukan tersakiti,bukan pula putus asa dan merasa kalah..tpi lebih kepada bergerak sesuai fungsi..krn semua org bergerak sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing2..saat semua itu sudah beralih,bukankah kita harus mencari tujuan dan fungsi lain..mencoba mencari arti lg..dan tersenyum bangga krn setidaknya sampai wktu beralih kita telah memberikan yg terbaik..krn wktu terlalu singkat untuk hanya berkutat dengan sesuatu yg sudah bukan hak kita lg..krn wktu terus bergulir dan tidak bisa disia-siakan lagi..dan krn aku sendri ingin mencari arti dan tujuan baru lg..

apakah salah?saat kita menyayangi org..memperhatikan org..menjaga org..bukan cinta..bukan pula sekedar suka..tpi menjadikan mereka sebagai sandaran dan suatu alasan..bahwa kita harus bertahan..bahwa ada yg harus kita jaga..kita syg..kita percaya sampai saatnya nanti mereka mendapatkan org yg berfungsi demikian..krn kesendrian itu mengikis jiwa..krn cinta itu menyakiti hati..jadi sandaran dan pengingat adalah alasan yg paling baik..paling baik sampai wktunya tiba dan berganti..

apakah salah?saat aku mati2an menepati janji..saat aku merasa kata semakin tidak berarti..saat semua terucap hanya untuk terlupakan kembali..saat aku muak dan ingin menunjuk kepada org2 yg hanya berjanji bahwa janji itu penting sehingga sampai matipun aku mati2an menepati janji sendri..menunjukkan bahwa janji itu penting..bahwa itu adalah hutang..bahwa janji itu adalah pengingat aku dengan org2..pengingat dan pengikat silaturahmi..

apakah salah aku ingin memaksa diri?bukan untuk bergaya dan congkak menunjukkan bahwa aku bisa pergi dan melakukan..bukan untuk tertawa dan menganggap gampangan semua hal..aku ingin memaksa diri sehingga aku tau apa itu kesulitan yg sejati..apa yg bisa aku lakukan untuk menempa diri..membuat aku kenyang pengalaman..dan bukan..bukan hanya untuk bernakal2 ria..tpi mempersiapkan diri untuk menyongsong sesuatu yg lebih besar..krn diakhirnya nanti aku harus bertanggung jwab..bertanggung jawab merawat keluarga..dan bagaimanalah aku melakukan itu apabila aku miskin!miskin materi..miskin kemampuan fisik..miskin pengalaman..krn dunia bukan hanya seperti tempurung tempat kura2 bermain..krn dunia menuntut kesiapan..demi menjaga keluarga ku..amanat utama dari ibu bapakku..

apakah salah?kalau aku hanya berharap mendapat penerimaan..tidak mau muluk berharap ksih syang..tidak silau berharap materi..tidak mau berpuitis ria dengan meminta cinta..aku hanya minta penerimaan..dukungan..krn sebodoh2nya aku melakukan sesuatu tetap saja dengan perhitungan..kenapa saat aku melakukan sesuatu yg terkesan gila selalu diblg bodoh?aku juga manusia..diberi otak untuk mempersentasekan kemampuannya..mempertimban

gkan baik dan buruknya..dan saat aku berharap melakukannya apa yg aku terima hanyalah kata "bego"..ah tak apalah,krn aku tunjukkan bahwa akupun mampu melakukannya..menunjuk hidung mereka dan membuat mereka malu dengan perkataan mereka..

apakah salah?aku hanya ingin sekali saja melakukan keinginan ku..murni dari hati..tnpa pengharapan dan tuntutan siapapun..melakukannya dengan riang walaupun sambil terjatuh..dan suatu saat nanti saat aku kembali untuk menjaga amanat yang diserahkan padaku..saat aku harus mengemban tanggung jawab atas org2 yg menjadi keluargaku..maka aku bisa tersenyum tenang..berbisik pelan kepada awan,langit dan rembulan..bahwa aku masih ingat hari2 itu..saat aku bebas bergerak dan berdamai dengan hati..tanpa terkekang..tanpa tuntutan..tertatih..tpi bisa terbang dengan keringat sendiri..

apakah itu salah?entahlah..otakku lelah memikirkannya..krn aku terlalu kerdil untuk mengerti..maka aku hanya memohon..skali ini saja..skali ini sja ya allah..aku minta kabulkanlah hal itu..kemanapun itu dan aku ingin melakukannya..sehingga aku tau sesuatu hal,bahwa hal yang aku pikirkan hampir sepanjang hayat ternyata memang tidak salah!
read more..