doa yang terbalik untukku..

Posted by median | Posted in

Saat aku lulus SMA aku berdoa “ ya tuhan, tolong beri aku kesempatan untuk kuliah. Pasti menyenangkan bisa mencicipi ilmu pengetahuan di dunia bru di perguruan tinggi. Bersiap untuk menjemput bekal demi janji kehidupan di masa depan. Menerapkannya dalam sendi-sendi kehidupan di desa nanti..”

Saat aku kuliah lagi-lagi aku berdoa “ya tuhan tolong beri aku kesempatan untuk menjadi pemimpin suatu organisasi. Memimpin banyak orang. Bertemu dengan orang-orang baru. Mencicipi petualangan di tempat-tempat yang tak pernah terpikirkan oleh pikiranku..”

Saat aku menjadi pemimpin organisasi aku kembali berdoa “ya tuhan tolong beri aku pasangan untuk menemani hidup ini. Pasti menyenangkan memiliki tempat untuk bersandar dikala lelah. Yang mampu mengerti akan perbuatan-perbuatanku. Pasangan yang nantinya akan setia menyemangati. Yang akan selalu setia mengusap keringat lelah dengan senyumnya...”

Dan malam inipun aku berdoa lagi kepadaNya “ya tuhan..tolong beri aku kemapanan harta. Sehingga bisa memfasilitasi banyak hal. Banyak orang. Banyak kegiatan. Membuatku mampu meraup bayang-bayang cita-citaku. Cita-citaku untuk mendirikan sekolah gratis itu....”

ya setiap malam disaat aku bimbang. Membutuhkan kekuatan lebih untuk berdiri maka aku akan berdoa kepadaNya. Mengadu. Meminta. Karena aku yakin Dia mampu memberikannya. Bukankah dia maha pemberi segalanya? Itu fikirku saat itu. Dan malam ini setelah berdoa akupun merasa letih. Memutuskan untuk beristirahat menjemput mimpi. Memejamkan mata dengan harapan doa-doa itu akan cepat dikabulkan olehNya.

Aku terlelap. Tidak menyadari kalau malam ini satu sosok malaikat sedang memperhatikanku. Tersenyum lembut berkata syahdu “duhai, mulia sekali niat-niatnya. Dari hari-kehari doanya semakin indah intinya. Dia meminta kesempatan menimba ilmu sehingga nanti bisa memanfaatkannya. Dia meminta kesempatan untuk menjadi imam bagi kaumnya. Memperpanjang silaturahmi dengan orang-orang baru sesuai ajaran_Mu ya rabb. Dia juga meminta pasangan untuk tempat berbagi dan saling menjaga nanti. Sehingga bisa akhirnya menyempurnakan separuh agama yang dia miliki. Dan sekarang pun dia kembali meminta kepadaMu ya rabb, meminta sepenuh hati akan rejeki untuk menggapai cita-cita yang mulia ini. Tidak salah Engkau menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Subhanallah ya rabb, segala puji kepada_Mu wahai pemilik segala dzat..”

Malaikat itu memuji sambil bertasbih. Gembira akan doa-doa yang diucapkan. Buncah bahagia memuji kebesaran_Nya, mendendangkan kekaguman akan makhluk yang dijadikan khalifah oleh_Nya. Segala puja-puji itu menggema ke seantero bumi, menarik perhatian sesosok malaikat lainnya. Ya sosok malaikat yang dibuang karena perbuatannya. Siapa lagi kalau bukan iblis. Iblis merasa tertarik dan memutuskan menghampiri sang malaikat. Geram akan segala puja puji yang dilantunkan tadi.

Dengan pongahnya iblis menghampiri malaikat, berkata dengan angkuh dan jumawa “haha, kau bangga akan doa-doanya? Doa-doa tipuannya. Kau bilang mulia niatnya yang ingin mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di bangku kuliah. Sehingga nanti bisa memanfaatkannya? Hahaha. Lihatlah sekarang. Dia sudah mendapatkan kesempatan kuliah. Bertemu dengan orang-orang berilmu semua. Tapi apa yang dia lakukan? Dia malah malas-malasan. Malas kuliah, malas mengerjakan tugas. Bahkan malas bertemu dosen sekalipun. Tak tahu dia bahwa hanya untuk kuliah, bapaknya bahkan harus menggadaikan harta benda. Banting tulang seharian demi keinginan anaknya untuk kuliah. Tapi apa yang dia lakukan? Tak tahu diri. Tak tahu budi. Malah asyik pacaran atau tidur meringkuk dikosan sendiri. Hahahaha.. Apanya yang mulia???”

Sang iblis tertawa terkekeh dan kembali berkata “tadi barusan apa yang kau bilang? Kau bilang dia pernah meminta kesempatan menjadi imam? Menjadi pemimpin organisasi bukan? Haha, ini yang paling lucu. Kau lihatlah sekarang. Dia menjadi pemimpin akhirnya dan memang benar dia memperpanjang silaturahmi lebih kepada orang-orang baru yang dia temui. Tapi kau lihat teman-teman lamanya? Mana ingat dia kepada mereka. Dia hanya sibuk hilir mudik mengurusi orang-orang baru. Perkara teman lamanya sakit, sedang bersedih, sedang patah hati mana pernah dia pikirkan. Bertemu mereka saja jarang. Jadi untuk apa silaturahmi dengan orang baru itu? Toh dia malah jadi melupakan teman-teman lamanya. Hahahaha...”

Tawa iblis semakin menjadi, Kembali berujar dengan sinis kepada sang malaikat tadi “nah ini yang paling lucu dari perkataanmu tadi. Kau bilang dia meminta pasangan untuk tempat saling berbagi dan menjaga nanti? Hahaha, aku mau tanya kepada kau duhai malaikat. Berapa kali makhluk yang kau doakan tadi berpacaran? Sangat sering bukan? Putus satu ganti lagi. Jadi kemana doanya untuk memiliki pasangan tadi? Tempat berbagi apanya? Buktinya dia tetap egois sendiri. Hanya ingin dimengerti tanpa mau untuk mengerti pasangannya, menuntut lebih tetapi tidak mau sedikit pun memberi. Sudah bosan? Tinggal ganti..hahaha. Lagi-lagi aku bertanya apa yang mulia dari doa itu?”

“Sekarang pun apa yang dia panjatkan kepada_Nya? Ah ya meminta harta bukan. Maka aku yakin seyakin-yakinnya dia akan segera mensia-siakannya lagi saat doa itu dikabulkan olehNya. Aku bahkan bisa menebak kira-kira apa yang akan dia lakukan. Paling foya-foya. Mana bisa dia menabung untuk menggapai mimpi itu. Pasti akan dihabiskan untuk hal-hal tak penting umumnya. Hahaha.. akan aku goda dia dengan segenap kemampuanku. Akan kumentahkan segala doa-doa itu. Seperti kemaren-kemaren saja saat doa-doa itu diucap olehnya. Akan kubuat dia menyia-nyiakan doanya..hahahahaha”

Tawa sang iblis menggema ke seluruh pelosok bumi. Tawa kesombongan yang menyeramkan. Sang malaikat hanya bisa terdiam mendengarnya. Menggumamkan dzikir meminta perlindungan kepada_Nya. Dan saat itupun aku terbangun dari lelapku. Tepat subuh dini hari. Dengan nafas memburu. Berkeringat banyak di sekujur tubuh. Ya tuhan... mimpi apa pula ini?

Duhai tuhan, mimpi macam apa ini? Mengerikan. Teramat malah. Ternyata doa-doa itu bagaikan terbalik untukku. Apa yang aku minta setelah diberikan malah sering kali aku sia-siakan. Ternyata doa itu sama saja dengan tanggung jawab ya tuhan. Saat aku meminta, apa nanti saat mendapatkannya aku mampu memegangnya? Ternyata tidak. Malu aku akan doa-doa ini ya tuhan. Malu karena aku tidak bisa bertanggung jawab akannya. Malu pula karena malah menyalahkan ENGKAU akan segalanya. Padahal ENGKAU sudah berbaik hati untuk memberi. Sungguh sebenarnya aku lah yang tak tahu diri.

Maka akupun bergegas mengambil wudhu di subuh ini. Shalat.. Memutuskan untuk meminta maaf kepada_Nya. Meminta maaf akan khilaf selama ini. Meminta maaf akan doa-doa yang terucap tanpa kesiapan hati. Yah doa itu sebenarnya bentuk lain dari tanggung jawab. Bukan hanya sekedar permintaan kepada DIA. Naif sekali kalau aku berfikir seperti itu. Maafkan aku ya tuhan.. maaf untuk tingkah polah pongah yang kulakukan. Maaf juga atas ketidak siapan hati atas doa yang terucap dari mulut ini. Maka shubuh ini aku beribadah menghadapNya, memutuskan untuk berdoa khusus mengaku salah kepada sang maha pencipta...

“ya tuhan.. Engkau pasti mengetahui semua doa yang terucapkan olehku. Karena kau mampu untuk itu. Baik doa keseharian. Baik doa dalam ibadah-ibadah yang ku tegakkan. Maka kali ini aku memohon kepadaMu wahai sang maha pencipta. Tolong kabulkan doa-doa itu saat aku sudah sekiranya mampu untuk menerimanya. Sehingga aku tidak menyia-nyiakannya lagi seperti yang sudah-sudah. Karena sekarang aku baru sadar bahwa doa itu bukan semacam “tuntutan” permintaan untukMu. Itu malah semacam “tuntutan” permintaan untuk tanggung jawabku. Tanggung jawab saat kau kabulkan doa-doa itu. Tanggung jawab saat kau berikan apa yang aku mau. Sungguh sebenarnya akulah yang tak tahu diri. Terima kasih ya tuhan. Terima kasih untuk segala hal yang telah kau berikan selama ini. Dengan semua pertimbangan_Mu. Dengan semua kearifan_Mu...”

p.s:
sya tulis cerita ini karena membaca salah satu notes penulis favorit sya yang tidak malu “mencerca” kesalahan-kesalahannya. Smga notes ini juga bisa mengingatkan sya akan arti tanggung jawab. Tanggung jawab atas apa yang sya sndri minta kepada_Nya... read more..

Related Posts by Categories



Comments (1)

whheh...
terus apanya yang terbalik...??
bukanya semua do'anya di kabulkan....

Posting Komentar

Posting Komentar