apa saya, mereka dan kalian semua bisa seperti "KARTUN"?

Posted by median | Posted in

Saya suka kartun. sungguh. teramat sangat malah. bisa dipastikan hampir setiap hari minggu saya menjadi salah satu (dari sekian ratus ribu lainnya) penonton yang asyik sendiri memelototi tipi. serius cuma untuk melihat kartun mulai dari dini hari.

kartun? iya kartun... film yang umum dan lazimnya disukai oleh anak-anak itu. macamnya? tanpa pandang bulu hampir semuanya saya suka (kecuali dora tentunya,hehe). sya suka NARUTO, saya suka POKEMON, dan tanpa malu-malu sya pun mengaku kalau saya salah satu penggemar SPONGE BOB..

alesannya? wuah ini dia yang susah dijawab. mungkin karena tiap orang punya sisi kanak-kanak dalam diri mereka (sya belajar tentang ini dari pelajaran filsafat), jadi berdasarkan teori ini wajar kan kalau saya menyukai kartun? toh ada cerita bapak-bapak yang udah berumur tapi masih menyukai maen layangan (bahkan ampe keliling dunia ikut kejuaraannya cuma gara2 seneng maen layangan), ada cerita artis yang sudah masuk kategori emak-emak tapi sangat terobsesi mengumpulkan barbie, jadi rekor dua hari tidak mandi cuma karena keasyikan memelototi dvd demi menonton kartun yah bagi sya pribadi masih bisa diterima nurani (hehehe..)

mungkin juga krn sya tipikal orang yang sangat suka mengkhayal. mengkhayal? iya saya sering kali berfikir begini..

"kayaknya menyenangkan bisa menjadi NARUTO. cukup nyilang-nyilangin tangan bisa bikin kloningan diri. bayangkan bermacam-macam acara yang bisa saya ikuti? bayangkan semua hal yang bisa saya ketahui? bayangkan beragam orang (wanita apalagi) yang bisa sya kenali?..."

"tampaknya menyenangkan bisa kayak cerita POKEMON. cukup modal beberapa biji bola berisi monster semua pekerjaan bisa teratasi. mau yang berat2? tinggal nyuruh monster segede kingkong untuk ngurusin. ada kebakaran? tinggal nyuruh monster yang bisa nyemburin aer untuk madamin api. gk bisa tidur? gampang, tinggal lempar bola ngeluarin monster yang pinter nyanyi. olala, enaknya kalau bisa seperti itu.."

"SPONGEBOB apalagi. cukup bawa sabun cair saya bisa bikin replika macam-macam. mau mudik kebengkulu tinggal bikin replika kapal terbang. pasti sangat enak kalau bisa melakukan hal gila seperti itu.."

yah jujur, sya juga sering kali berfikir seperti itu kawan..

tpi mungkin alasan sebenarnya sya suka KARTUN karena saya menemukan sosok idaman dalam karakter utamanya. sosok idaman? apa yang bisa diambil dari karakter utama kartun semacam NARUTO, POKEMON, bahkan SPONGEBOB? karakter yang jujur sja tergolong dalam ranah "berotak bego" (itu juga rada diperhalus dari seharusnya ber-IQ jongkok).

ya semua karakter utama kartun-kartun semacam itu rata-rata bego (ntahlah apa memang terlalu polos atau memang bego saja). lihat saja bagaimana aksi-aksi mereka yang benar-benar menggambarkan itu. tapi justru bagian itulah yang membuat saya sangat menyukai KARTUN.

melihat bagaimana para karakter itu memahami bahwa mereka memang bego, tapi mereka TIDAK PERNAH KENAL KATA MENYERAH UNTUK MENCAPAI APA YANG MEREKA INGINKAN bagian itulah yang paling saya suka.

bagaimana naruto yang jujur saja dulunya paling gak bisa jurus bikin kloningan diri (ampe brp kali gagal ujian jg) tpi malah jadi paling jago jurus itu demi cita-citanya jadi hokage. melihat bagaimana dia yang bego memahami jurus dengan caranya sendiri akhirnya bisa juga walau itu harus diulangi ratusan kali.

bagaimana ash dalam cerita pokemon harus merantau keliling dunia, keluar masuk gym, bertarung sama berbagai monster cuma demi mimpinya jadi pelatih monster terbaik sedunia. walau itu berarti jauh dari ibunya, meninggalkan berbagai hal yang disukainya, dan ikut latihan yang sangat berat tiada dua.

bagaimana sponge bob yang se-gila itu mengikuti puluhan (mungkin lebih tepatnya ratusan) kali kelas nyonya puff. mengikuti ratusan kali bahan pelajaran yang sama. mengulangi (dan menghancurkan) tes menyetir yang sama. bahkan sampai membuat nyonya puff jeri akan keuletan tekad sponge bob cuma untuk mendapatkan SIM secara jujur.

itulah yang saya senangi, bagian dimana "sya tahu saya bego, saya tahu saya gk bisa, saya tahu saya harus mengulangi ratusan kali an saya harus dicemooh oleh semua orang tapi itu semua tidaklah menghalangi saya untuk mati-matian menggapai mimpi sya"

bagian "tekad sepenuh jiwa raga" itu yang saya iri. yang mati-matian saya coba ikuti (tapi jujur saya juga sering kali gak mampu). bagian dimana justru krn sya tahu saya gak mampu tapi peduli sama itu sayaakan buat itu suatu saat menjadi mampu untuk menggapai semua itu!

yah kartun memang tontonan anak-anak. sering kali dicemooh oleh orang banyak dengan ucapan sinis "please deh, hari gini nonton kartun". ya dan saya tahu dengan sangat pasti (puji syukur karena pelajaran SD,SMP,SMA dan kuliah yang saya dapati) bahwa itu cuma kartun, sosok dimana karakternya mau mati trus hidup lagi, mau kelindes gk juga mati, itu semua gk hrus dipikirn..toh cuma kartun.

tapi justru krn pelajaran SD, SMP, SMA dan kuliah (belom termasuk les-les lain) yang saya dapati maka sya jadi berfikir serius kali ini "Apa bisa sya sekuat dan seteguh itu mencapai cita-cita yang saya inginkan?". berusaha lagi dan lagi walau itu berarti harus dicaci, harus mengulang dari awal lagi, walau itu harus berarti pergi dan menjadi sendiri? smua demi cita-cita yang saya inginkan. demi harapan yang saya yakini sendiri.

dan kali ini saya cuma mau nanya dikiiiit aja..

apa saya bisa seperti "KARTUN?"
apa mereka bisa seperti "KARTUN?"
apa kalian semua bisa seperti "KARTUN?"

.............

P.S:
kapan yah sponge bob dapet SIM-nya?hehehe, think... read more..

Related Posts by Categories



Comments (0)

Posting Komentar

Posting Komentar